Assalamu`alaikum wr.wb.
Banyak org tertarik utk berinvestasi saham,tetapi takut dg resikonya yg relatif tinggi.betul,ketika kita membeli saham suatu perusahahan,kita seyogianya sadar bahwa seluruh uang kita bisa hilang.kalau perusahaan pailit,tentu saja harus dilikuidasi agar aset yg tersisa bisa di bagi-bagi kpd kreditur dan pihak-pihak lain yg lebih berhak.biasanya investor berada pada skala prioritas terendah.kalau memang masih ada aset dlm jumlah siknifikan,baru kemudian investor mendapatkan jatahnya.
Tapi itu jika kita bicara pahitnya.tentu kita juga harus melihat sisi positifnya.menanam uang pada saham hingga pada saat in masih menjadi sarana investasi yg paling cpt pertumbuhannya.pd saat bunga deposito hanya 6% dan abligasi 10% indeks saham tumbuh lebih dari 50% setahun.
Berbeda dg deposito atau abligasi yg mampu memberi tambahan penghasilan bulanan secara rutin.saham dan reksadana tdk memberi penghasilan bulanan.investor mendapatkan penghasilan hanya jika menjual saham atau unit penyertaan reksadana.selain itu ada juga kemungkinan mendapatkan dividen setiap tahun.
Sebaiknya menanamkan uang pd saham digunakan sbg sarana utk menabung (investasi jangka panjang).jangka waktu ideal sekurangnya 5th.dg setrategi jangka panjang investor bisa memperoleh capital gain maksimal.jika kita membeli saham-saham perusahahan favorit yg ada di bursa dan menahan selama 5th peluang mendapatkan keuntungan 30% per th terbuka lebar.perhatikan ilistrasi sbg berikit:
Investasi awal
modal uang tunai = Rp 10.000.000
Periode waktu
akhir tahun ke-1 = Rp 13.000.000
akhir tahun ke-2 = Rp 16.900.000
akhir tahun ke-3 = Rp 21.970.000
akhir tahun ke-4 = Rp 28.561.000
akhir tahun ke-5 = Rp 37.129.300
Analisis keuntungan investasi
nilai investasi akhir tahun ke-5 = Rp 37.129.300
dikurangi modal awal = Rp 10.000.000
hasil capital gainnya adalah = Rp 27.129.300
dikurangi lagi tax 20% = Rp 5.425.860
jadi keuntungan netto setelah pajak adalah = Rp 21.703.440
Rata-rata keuntungan per bulan Rp 361.724
Persentase keuntungan netto terhadap modal 3,62%
Banyak org tertarik utk berinvestasi saham,tetapi takut dg resikonya yg relatif tinggi.betul,ketika kita membeli saham suatu perusahahan,kita seyogianya sadar bahwa seluruh uang kita bisa hilang.kalau perusahaan pailit,tentu saja harus dilikuidasi agar aset yg tersisa bisa di bagi-bagi kpd kreditur dan pihak-pihak lain yg lebih berhak.biasanya investor berada pada skala prioritas terendah.kalau memang masih ada aset dlm jumlah siknifikan,baru kemudian investor mendapatkan jatahnya.
Tapi itu jika kita bicara pahitnya.tentu kita juga harus melihat sisi positifnya.menanam uang pada saham hingga pada saat in masih menjadi sarana investasi yg paling cpt pertumbuhannya.pd saat bunga deposito hanya 6% dan abligasi 10% indeks saham tumbuh lebih dari 50% setahun.
Berbeda dg deposito atau abligasi yg mampu memberi tambahan penghasilan bulanan secara rutin.saham dan reksadana tdk memberi penghasilan bulanan.investor mendapatkan penghasilan hanya jika menjual saham atau unit penyertaan reksadana.selain itu ada juga kemungkinan mendapatkan dividen setiap tahun.
Sebaiknya menanamkan uang pd saham digunakan sbg sarana utk menabung (investasi jangka panjang).jangka waktu ideal sekurangnya 5th.dg setrategi jangka panjang investor bisa memperoleh capital gain maksimal.jika kita membeli saham-saham perusahahan favorit yg ada di bursa dan menahan selama 5th peluang mendapatkan keuntungan 30% per th terbuka lebar.perhatikan ilistrasi sbg berikit:
Investasi awal
modal uang tunai = Rp 10.000.000
Periode waktu
akhir tahun ke-1 = Rp 13.000.000
akhir tahun ke-2 = Rp 16.900.000
akhir tahun ke-3 = Rp 21.970.000
akhir tahun ke-4 = Rp 28.561.000
akhir tahun ke-5 = Rp 37.129.300
Analisis keuntungan investasi
nilai investasi akhir tahun ke-5 = Rp 37.129.300
dikurangi modal awal = Rp 10.000.000
hasil capital gainnya adalah = Rp 27.129.300
dikurangi lagi tax 20% = Rp 5.425.860
jadi keuntungan netto setelah pajak adalah = Rp 21.703.440
Rata-rata keuntungan per bulan Rp 361.724
Persentase keuntungan netto terhadap modal 3,62%